Sabtu, 03 Januari 2015

Kompromi

kompromi menjadi hal yang lumrah bagi para manusia.
mereka berdiskusi, bersitegang dahulu, lalu melunak dan akhirnya sepakat.
esensi dari kompromi adalah sepakat. karena manusia itu tempatnya inginnya sebuah pengakuan,
kesamaan dengan egonya.
lalu cinta?
mungkin cinta pun sebuah kompromi yang menuju sebuah kesepakatan.
kesepakatan antar 2 insan manusia. karena 2 manusia yang kenal cinta, ingin menuju sepakat
maka akhirnya mereka berkompromi. sebuah kompromi yang pasti tiada akhirnya.
mereka berbicara, berdiskusi, terjadi drama marahan beberapa hari, lalu melunak,
berjanji satu sama lain, mengurangi ego mereka walau masih terasa egois diantara mereka
dan sepakat walau mau tak mau karena mereka 2 insan manusia yang cinta mencinta.
keesokan harinya...
2 hari berikutnyaa...
1 bulan berlalu...
1 tahun berjalan...
selama itu dan samapai kapan pun akhirnya mereka pun terus, terus dan terus
berkompromi. untuk mereka untuk ego mereka, untuk keinginan mereka yang alih alih menuju kata sepakat.
percayalah bahwa mereka 2 insan manusia cinta akan terus berkompromi dan selalu melooping keadaan siklus kompromi.

bukan karena 2 insan manusia yang cinta mencinta saja, kita manusia secara individu pun sebenarnya ingin sepakat.
sepakat dengan diri sendiri dan selalu berkompromi dengan diri sendiri. selalu selalu dan selalu melooping kompropi itu hingga sepakat

dan diperoleh pengakuan entah diri sendiri atau orang lain.

Khinnethia

Enjoy!!!

Tidak ada komentar :